EFEK PUASA
TERHADAP OTAK
Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Dimana bulan suci Ramadhan hanya terjadi satu tahun sekali. Biasanya pada bulan suci ramadhan umat islam di seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa selama kurang lebih 30 hari, dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau hingga adzan maghrib berkumandang.
Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Dimana bulan suci Ramadhan hanya terjadi satu tahun sekali. Biasanya pada bulan suci ramadhan umat islam di seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa selama kurang lebih 30 hari, dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau hingga adzan maghrib berkumandang.
Bulan Ramadhan
sendiri adalah bulan yang penuh berkah. Pada bulan Ramadhan biasanya umat Islam
di seluruh penjuru dunia saling berlomba-lomba melakukan kebaikan karena
didalam Al-Qu’ran diterangkan bahwa “Barangsiapa yang melakukan kebaikan di
bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat daripada bulan
lainnya.
Selama
berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang
disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak,karbohidrat dan gula
sehingga menghasilkan energi. Hati adalah organ yang paling berperan dalam
proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh
berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber
energi.Tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa.
Ada anggapan
berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berfikir
atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun fakta itu tidak benar.
Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof. Ahmad
Fadil berpuasa sebenarnya membuat orang semakin cerdas. Hal itu diungkapkan
saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi
Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan.
Menurut
Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang yang lebih cerdas
dibanding orang yang tidak lapar. “Itu mengapa orang yang tinggal dinegerinya
sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau.” Ujarnya. Bagi perantau
tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan
bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. “Sehingga salah kalau
berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang
jadi bodoh, karena cenderung malas.” Ungkapnya
Selain
dapat mencerdaskan otak, puasa juga bisa membantu memerangi penyakit berbahaya,
seperti kanker. Sebuah penelitian di Universitas Southern California, Amerika
Serikat, menemukan jika puasa bisa membantu memerangi kanker dan meningkatkan
efektifitas pengobatan. Dalam percobaan pada tikus, para peneliti menemukan sel
tumor merespons berbeda terhadap stres yang ditimbulkan saat berpuasa
dibandingkan sel normal. Sel-sel yang diketahui sebagai penyakit itu terus
tumbuh dan membagi, pada akhirnya menghancurkan diri mereka sendiri.
Sel
ini, pada kenyataannya melakukan bunuh diri. Apa yang kami lihat adalah bahwa
sel kanker berusaha untuk mengkompensasi kekurangan dari semua hal yang hilang
dalam darah setelah puasa. Bahkan, berpuasa dapat memberikan pengobatan kepada
penderita tanpa kemotrapi. Hal itu ditunjukan dengan memperlambat pertumbuhan
kankerkulit, kanker glioma ,dan kanker yang terbentuk disyaraf.
Dan
kalian sudah tahu kan apa saja manfaat dari puasa ? Selain dapat mencerdaskan
otak dan memerangi kanker masih banyak manfaat lainnya.
Rosediany
T/XI IPS2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar